Selasa, 06 November 2007

Miliarder Bagi-bagi Sejuta Laptop Gratis
Fino Yurio Kristo - detikinet


Carlos Slim Helu (Forbes.com)

Mexico City - Carlos Slim Helu, salah satu orang terkaya dunia, akan bagi-bagi laptop murah ke sekolah anak-anak tak mampu di Meksiko. Slim berjanji, sedikitnya 250.000 unit laptop akan segera tersebar di pelosok Meksiko di tahun 2007 ini. Sementara target Slim adalah 1 juta unit laptop yang akan dibagikan hingga akhir tahun 2008.

Untuk itu, uang sejumlah US$70 juta akan disumbangkan Slim dalam proyek amal pada tahun ini saja. Dengan perkiraan biaya US$250 sampai US$300 per laptop, Slim akan menyumbangkan uang sebesar US$300 juta untuk mencapai target sumbangan 1 juta laptop untuk anak hingga akhir tahun 2008.

Slim mengatakan bahwa laptop sumbangan itu rencananya akan ditaruh di perpustakaan dan sekolah-sekolah. "Nantinya laptop ini bisa dipinjam di perpustakaan seperti halnya buku," kata Slim sambil mengatakan bahwa perusahaannya juga akan membantu jaringan wirelessnya.

Tak Ingin Saingi Gates

Di sisi lain, Slim menandaskan bahwa ia tidak mempedulikan statusnya sebagai orang terkaya di dunia setelah menggeser bos Microsoft, Bill Gates beberapa waktu yang lalu.

"Saya tidak peduli apakah saya terkaya pertama, kedua atau ke dua ribu," sebut Slim seperti dikutip detikINET dari AP, Jumat (3/8/2007).

Dia juga tidak tertarik berkompetisi dengan Bill Gates dalam masalah kedermawanan. Dia mengatakan bahwa mereka akan saling melengkapi satu sama lain. Slim juga menandaskan bahwa tidak ada masalah baginya untuk berbagi peran sebagai pelaku bisnis ataupun dermawan.

"Investasi terbaik yang bisa dilakukan seseorang adalah menurunkan tingkat kemiskinan," tambahnya lagi.

Carlos Slim adalah pengusaha penguasa telepon tetap terbesar di Meksiko, Telefonos de Mexico atau Telmax. Duda beranak enam ini mengatakan, Edukasi digital merupakan kunci utama untuk mengentaskan kemiskinan di Meksiko. ( fyk / amz )

Selasa, 23 Oktober 2007

Sakit Tidak Sakit, Antri Berobat Gratis

PALEMBANG - Pengobatan gratis yang digelar Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Provinsi Sumatera Selatan pada hari kedua kemarin (21/10) tetap diserbu. Ratusan orang berbondong-bondong, datang memadati lokasi acara di halaman parkir Polsek Seberang Ulu (SU) I. Tak sedikit di antara mereka mengajak serta anggota keluarganya, meskipun tidak mengalami keluhan apapun. Seperti penuturan Eli, warga Kertapati. "Aku tidak sakit, tapi kepingin periksa. Siapa tahu ada penyakit? Lagian juga 'kan gratis," ujar Eli, sambil mengatakan, niat awal dirinya hanya ingin mengantarkan ibunya berobat karena keluhan sakit kepala.
Nah, karena banyaknya warga yang berobat, tidak sampai 2 jam dari pembukaan, pukul 08.00 WIB, jumlah pasien yang mendaftar mencapai 800 orang. Target panitia sendiri 1000 orang. Bahkan, pada pukul 10.30 WIB tercatat sebanyak 1.100 warga yang ngantri.
Panitia pun kelabakan. Pasalnya, setelah diperiksa, mereka harus menyiapkan obat bagi para pasien tersebut yang tentu saja tidak secepat dengan pemeriksaan dokter.
Saking ramainya, panitia harus memanggil pasien yang mengambil obat dengan menggunakan alat pengeras suara. Tak jarang pula panitia menuliskan nomor pendaftaran di selembar kertas besar-besar agar dapat dilihat warga dengan jelas.
Keluhan penyakit juga beragam. Mulai dari sakit kepala, mual, sesak, demam hingga tumor. Warga sendiri berasal dari pelbagai penjuru kota Palembang. Bahkan beberapa berasal dari luar kota.
Contohnya Fatimah, penduduk asal Bangka ini sengaja datang ke Palembang untuk mengikuti pengobatan gratis INTI Sumsel. Ia sejak 40 tahun yang lalu mengaku mengidap penyakit asma, batuk dan darah tinggi.
"Aku sudah seminggu ini tidak bisa tidur. Padahal, aku sudah berobat tapi tidak sembuh-sembuh," katanya. Tak jarang ia harus merogoh sakunya dalam-dalam hingga ratusan ribu ketika berobat ke dokter, belum lagi untuk membeli obat di apotik. "Syukur ada pengobatan gratis, jadi bisa berhemat dan mengurangi beban," tukasnya.
Namun, karena keterbatasan waktu, sejumlah warga yang datang belakangan tidak bisa menikmati pengobatan gratis tersebut. Mereka hanya bisa diam dan pulang dengan tangan hampa setelah panitia menutup pendaftaran. "Tolonglah Pak, kita ini sudah datang dari jauh," keluh Sofiah, warga 3/4 Ulu Palembang .
Menurutnya, ia baru tahu kalau ada pengobatan gratis di daerahnya. "Ya, terpaksa pulang dik. Panitia tidak menerima lagi," katanya dengan wajah lesu.
Ketua INTI Sumsel, Yusuf Masawa didampingi Ketua Panita Henry Kushadi mengatakan, dibatasinya pendaftaran dikarenakan tim dokter yang berasal dari INTI pusat harus kembali ke tempat tugasnya masing-masing dengan menggunakan penerbangan siang.
"Aksi semacam ini akan rutin kita lakukan. Di samping program-program lain yang kita lakukan sebagai wujud kepedulian terhadap warga Sumsel khususnya dan Indonesia umumnya," tukas Yusuf.
Untuk bakti sosial (baksos) ini, INTI Sumsel mendatangkan langsung 27 orang dokter ahli dan tangguh dari Jakarta. Belasan dokter lokal Palembang dan 30 orang relawan. Sedangkan untuk baksos yang digelar Sabtu, panitia juga bekerjasama dengan tim kesehatan Polda Sumsel sebanyak 26 orang tenaga medis dan paramedis yang terdiri dari 2 orang dokter spesialis, 5 dokter umum, dan 1 dokter gigi
Ketua tim dokter Polda AKBP Soesilo Pradoto didampingi Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Dr Bandarsyah mengatakan, pihaknya hanya sebagai perkuatan. "Hanya membantu saja," ujar Pradoto.
Terpisah, Ketua Tim Kesehatan dan Sosial INTI Pusat Dr dr Lie Dharmawan SpB, SpBTKV mengatakan untuk pasien penyakit ringan, hanya diberi obat-obatan sesuai dengan yang mereka butuhkan. Pihaknya juga menyiapkan tempat bedah minor bagi pasien yang menderita penyakit ringan seperti tumor jinak, ambien dan kuku infeksi. "Sedangkan bagi penderita penyakit parah, telah kita usulkan untuk dirujuk oleh tim dokter Polda ke rumah sakit terdekat. Namun, tentu saja semuanya harus sesuai dengan prosedur yang ditetapkan pemerintah," tukasnya.
Sementara itu, Kepala Polisi Kota Besar (Kapoltabes) Palembang Kombes Pol Drs H Zainul Arifin SH MH didampingi Kapolsek SU I AKP Romli Ridwan menyambut baik aksi yang dilakukan oleh INTI tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu. "Hal ini harus dicontoh oleh lembaga-lembaga lain," kata Kapoltabes di sela-sela kegiatan baksos. (mg13)

Senin, 15 Oktober 2007

Pijat dan Servis Gratis ala Pertamina

Liputan6.com, Banyumas: Pos Enduro Pertamina di Kompleks Masjid Baitusalam, Kemranjen, Banyumas, Jawa Tengah menawarkan pelayanan yang menarik bagi para pemudik. Mereka yang kelelahan akibat perjalanan jauh akan dipijat gratis oleh tenaga pijat profesional. Selama arus mudik, setiap hari ratusan pemudik mendapatkan layanan pijat gratis di tempat ini.

Selain layanan pijat, kendaraan para pemudik yang mengalami gangguan juga akan mendapatkan servis gratis dari teknisi yang disiapkan Pertamina. Sejak posko ini hadir, ratusan kendaraan pemudik sudah diservis. Pos Enduro memang sengaja digelar di kompleks masjid agar pemudik yang singgah bisa melaksanakan ibadah sambil menunggu kendaraan diservis.(RMA/Mardianto)

Sabtu, 06 Oktober 2007

Keluar dari perangkap Gratis

Keluar Dari Perangkap Gratis

By: Mufli - GoMilyuner.Net

Seperti kebanyakan orang, mungkin anda termasuk di dalamnya, saya pun senang sesuatu yang GRATIS.

Di dalam dunia internet marketing, tentu juga di banyak dunia atau bidang yang lain, menjalankan pemasaran memang bisa dan banyak yang menggunakan cara yang gratis. Secara online contohnya menggunakan Google Adsense untuk mencari komisi advertising, atau menggunakan website-website gratis (mungkin dengan keterbatasan-keterbatasannya). Namun waktu dan usaha anda seperti uang, jadi tidak sepenuhnya gratis juga.

Yang gratis-gratis banyak juga yang sangat powerfull, seperti Yahoo Email, Gmail, Blogger, YahooGroups, GoogleGroups, dan sebagainya. Malahan jauh lebih powerfull dari website kita sendiri. Asalkan anda pandai menggunakannya dengan baik maka sumber daya tersebut sanggup mengarahkan anda untuk menjadi MILYUNER.

Pengalaman saya pribadi, jika menggunakan UANG (sedikit atau banyak), dalam menjalankan pemasaran online, maka hasilnya secara umum JAUH LEBIH SIGNIFIKAN.

Apa saja yang memerlukan uang? Misalnya untuk membuat website support anda, mungkin berapa DOMAIN dan HOSTING untuk website presentasi anda, juga SCRIPT (Software website) yang mejadikan website anda dapat bejalan interaktif bahkan otomatis. Atau juga mungkin membayar iklan banner di tempat-tempat promosi yang strategis. Mungkin membeli buku-buku yang diperlukan untuk pengembangan, atau bahkan membayar guru-guru yang anda anggap mampu mempercepat peningkatan kompetensi anda.

Yang pasti lebih perlu lagi sebenarnya adalah tetap pepatah lama: Rajin pangkal pandai, Sedikit demi sedikit menjadi bukit, Bisa karena biasa, dan banyak lagi.

Jadi, tetap boleh dan bagus hanya mencari yang GRATIS, atau selalu yang MURAH-MURAH, selama anda tetap FOKUS pada apa yang bisa secara signifikan menghasilkan.

Banyak orang hanya ingin yang murah, namun secara total ia pada akhirnya membayar lebih mahal :)

Bagaimana dengan anda ?

Viral Marketing, seperti halnya PULSA (isi pulsa sendiri), mungkin sedikit lebih mahal. Namun terlalu banyak orang yang tidak memperdulikan perbedaan harga ratusan rupiah. Kemudahan dan POTENSI serta TREND yang menghasilkan di kemudian hari banyak dipertimbangkan orang-orang yang mempunyai naluri bisnis, dan mereka membeli, ibarat berinvestasi dengan waktu. Tentu saja tak ada garansi semua akan seperti yang kita inginkan tentang INVESTASI waktu misalnya menunggu SPILLOVER dalam jaringan bisnis pulsa ini.

Menunggu berarti menjalankan marketing secara GRATIS. Menjemput bola berarti mengeluarkan usaha. USAHA itu sudah mahal harganya, sama halnya seperti kita telah membayar. Dan karena membayar itulah hasilnya bisa JAUH LEBIH SIGNIFIKAN.

Bisnis-bisnis mungkin berganti, tumbuh berkembang dan mati seperti hukum alam. Kerjakan sesuatu selagi hidup, the best you can do. Bisa jadi anda menjadi MILYUNER. (GoMilyuner.Net)